Kamis, 05 Oktober 2017

Timbangan Badan Sebagai Patokan yang Paling Utama untuk Mengetahui Perkembangan Berat Badan Anda

Timbangan

Seseorang yang sedang menginginkan penurunan berat badan atau ingin lebih meningkatkan masa otot sering menggunakan timbangan badan sebagai patokan yang paling utama. Padahal sebetulnya timbangan belum tentu bisa digunakan sebagai petunjuk yang bisa diandalkan. Seorang pakar diet memberikan pendapat jika timbangan memang baik dipergunakan untuk mengukur pergerakan berat badan, tetapi menggunakan timbangan bisa membuat pengguna menjadi kurang tepat dalam memahami perubahan angka yang ditunjukkan oleh timbangan.

Ada beberapa fakta mengenai timbangan yang belum tentu Anda ketahui. Pertama, tidak harus menimbang setiap hari. Berat badan sebetulnya bukan cerminan mengenai apa yang terjadi dalam tubuh dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu mengurangi asupan makanan tertentu atau banyak makan dalam sehari tidak seketika bisa terpantau di timbangan. Sehingga, tidak ada gunanya Anda menimbang berat badan secara terus menerus tiap hari. Melakukan penimbangan berat badan setiap hari malah menjadikan Anda terobsesi pada kenaikan atau pun penurunan berat badan.

Sebagai referensi tambahan, kenaikan atau penurunan angka pada timbangan bisa dikarenakan oleh banyak faktor seperti kondisi cuaca, perubahan hormon yang bisa memicu maupun penumpukan cairan, mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak tepung atau makanan asin. Oleh karena itu, menggunakan timbangan badan seminggu sekali sudah cukup untuk melihat perkembangan. Tetapi lain halnya untuk orang yang mengidap kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes. Orang yang menderita penyakit ini, dan ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk menimbang berat dua kali sepekan serta mencatat angka untuk berjaga-jaga saat dokter menanyakannya.

Kedua, timbang di waktu yang sama. Usahakan menimbang bobot tubuh Anda di waktu yang sama serta di hari yang sama satu pekan sekali dan menggunakan timbangan yang sama. Pagi hari biasanya merupakan waktu yang paling direkomendasikan untuk menimbang, karena saat pagi hari berat tubuh belum dipengaruhi variasi konsumsi cairan serta makanan padat sepanjang hari. Selain itu sepatu serta pakaian dengan bahan tebal bisa menyebabkan perhitungan berat bertambah 1 hingga 2 kilogram. Anda bisa menggunakan timbangan digital karena timbangan ini bisa menunjukkan angka yang pas dan lebih mudah dibaca. Disisi lain, timbangan mekanik tidak seakurat seperti timbangan digital. Sebagian besar pusat kebugaran menyediakan timbangan yang akurat dibanding dengan timbangan rumah. ini dikarenakan bisa jadi ada perbedaan dalam mengukur berat badan di timbangan yang berbeda-beda.

Ketiga, perhatikan posisi dari timbangan. Perhatikan posisi timbangan. Apakah timbangan yang Anda gunakan berdiri di permukaan yang rata atau berdiri di permukaan karpet yang tebal. Jika timbangan berdiri di tempat yang tidak rata, hal ini beresiko menyebabkan kurangnya keakuratan di angka yang diperlihatkan. Sehingga disarankan Anda menaruh timbangan di tempat yang rata.

Fakta mengenai timbangan badan  yang terakhir, gunakan cara lain untuk mengukur berat badan. Ketua fisiologi olahraga menekankan jika dibandingkan dengan mengurangi berat badan, lebih baik berupaya menghilangkan lemak berlebih serta menjaga kesehatan tubuh. oleh karena itu selain dengan timbangan, Anda bisa menggunakan kalkulator IMT. Dengan perhitungan IMT dapat diketahui apakah berat badan yang Anda miliki menjadi normal, berlebihan hingga obesitas. Walaupun tidak bisa digunakan mengetahui persentase lemak tubuh atau otot. Namun, ukuran ini bisa digunakan untuk mendeteksi resiko kesehatan yang berhubungan dengan berat badan yang berlebih. Pada akhirnya hal yang paling penting untuk diingat ialah perubahan berat badan bukan menjadi tujuan yang paling utama. Namun kesehatan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Timbangan Badan Sebagai Patokan yang Paling Utama untuk Mengetahui Perkembangan Berat Badan Anda
4/ 5
Oleh samantha reyhan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.