Sabtu, 02 September 2017

3 Alasan Kurang Etis Mencacah Daging Hewan Qurban di dalam Masjid


Qurban Idul Adha

Pada hari raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan qurban. Kita pasti akan teringat hewan qurban begitu mendengar kata Idul Adha. Prosesnya sendiri mulai dari ada hewan yang diqurbankan, doa menyembelih hewan qurban, mencacah daging, dan terakhir membagi-bagikan pada masyarakat. Kira-kira kenapa mencacah daging di dalam masjid kurang etis ? Silakan temukan jawabannya di bawah ini.

1. Majid akan Bau dan Kotor
Masjid akan kotor dan bau hewan qurban. Sangat tidak etis kalau sampai ada hewan masuk masjid. Apalagi dalam keadaan telah terpotong-potong. Kira-kira apa pendapat Anda kalau hal ini benar-benar terjadi ? Untuk yang sudah biasa mungkin tidak masalah. Namun untuk orang yang menjaga betul kebersihan masjid, hal ini akan membebaninya beberapa kali lipat.

2. Adanya Darah Memancar
Telah kita ketahui bahwa darah itu haram dan najis kedudukannya. Bagaimana kalau sampai darah hewan qurban itu dihadirkan ke dalam masjid ? Mungkin bagi pemburu daging menyehatkan ini bukan masalah. Kalau kita umat Islam, selayaknya kita mengikuti Rasulullah SAW. Beliau bilang bahwa masjid bukan tempatnya buang kotoran (apalagi darah).

3. Masjid adalah Tempat Paling Dicintai Allah SWT
Apakah etis kita mengotori tempat paling dicintai oleh Allah SWT? Dari Anas bin Malik r.a, beliau berkata: “Datang seorang badui masuk masjid dengan kencing menyertainya. Para sahabat geram, ingin menghantam orang itu, namun Rasulullah SAW mencegah dengan sifat mulia beliau. Beliau berkata (pada orang badui itu) :

‘Sungguh bahwa masjid bukanlah tempat untuk kencing atau kotoran. Masjid hanyalah untuk berzikir pada Allah, shalat, dan membaca Al-qur’an.’” (HR. Muslim no. 285)

Dengan kata lain, membawa daging hewan qurban dan mencacah di dalam masjid bukan perkara yang disukai oleh Rasulullah SAW. Hal itu kalau diteruskan akan mengganggu fungsi masjid itu sendiri sebagai pusat beribadah.

Lalu ada pertanyaan lagi. Apa batasan untuk bisa disebut di dalam masjid dan di luar masjid ?  Seperti bangunan lain, berada di dalam masjid memiliki makna masih di dalam pagar. Atau katau mau arti yang lebih akurat, adalah di dalam ruangan masjid. Tapi statement kedua masih perlu dikaji lebih dalam lagi.

Tempat terbaik untuk memotong kambing, mencacah, sampai pembagiannya ada di tempat penyembalihan atau tanah lapang. Baca doa menyembelih hewan qurban, kemudian barulah di potong. Untuk perencanaan distribusi daging ke warga boleh, kok, kalau dibahas di dalam masjid.

Bagikan

Jangan lewatkan

3 Alasan Kurang Etis Mencacah Daging Hewan Qurban di dalam Masjid
4/ 5
Oleh samantha reyhan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.